KEAMANAN
SISTEM INFORMASI
Pengertian,
kerentanan, ancaman kelemahan, dan sasaran
Menurut
G. J. Simons, keamanan informasi adalah bagaimana kita dapat mencegah penipuan
(cheating) atau, paling tidak, mendeteksi adanya penipuan di sebuah sistem yang
berbasis informasi, dimana informasinya sendiri tidak memiliki arti fisik. 6
hal yang utama dalam sistem informasi yaitu :
v Efektifitas
v Efisiensi
v Kerahaasiaan
v Integritas
v Keberadaan (availability)
v Kepatuhan (compliance)
v Keandalan (reliability)
Kejahatan Komputer dan Terorisme Maya.
- Pencurian Identitas adalah
pencurian bagian kuncul dari informasi pribadi atau kejahatan di mana
seorang penipu mendapatkan informasi yang penting, seperti kartu kredit
atau nomor jaminan sosial dengan tujuan mendapatkan layanan atas nama
korban atau untuk mendapatkan data rahasia yang tidak tepat. Pencurian
identitas telah berkembang pesat di internet. File kartu kredit adalah
sasaran utama para hacker situs web. Situs e-commerce adalah sumber
informasi pribadi yang luar biasa karena menyimpan nama, alamat, dan nomor
telepon.
- Phising adalah bentuk penipuan
melibatkan pembuatan halaman situs palsu atau pesan elektronik (e-mail)
seolah-olah berasal dari pihak yang sah dan menanyakan data pribadi yang
rahasia. Pharming adalah Teknik phising yang mengarahkan pengguna ke
halaman situs web palsu, bahkan saat seseorang mengetikkan alamat halaman
situs yang seharusnya.
- Click Fraud (penipuan lewat
klik) adalah : mengklik dengan curang iklan online berbayar untuk
mengahasilkan biaya per klik yang tak semestinya. Penipuan lewat klik
terjadi seseorang atau program computer dengan curang mengeklik sebuah
iklan online tanpa maksud mempelajari lebih lanjut tentang pemasangan
iklannya atau melakukan pembelian.
- Terorisme maya dan perang
maya , semakin besar perhatian difokuskan pada kerentanan internet atau
jaringan lainnya yang dapat dimanfaatkan oleh teroris, badan intel luar
negeri atau kelompok lain untuk menciptakan gangguan dan bahaya luas.
Serangan maya seperti itu sasaranya mungkin berupa peranti lunak yang
menjalankan pembagian listrik, mengendalikan lalu lintas udara atau
jaringan bank-bank atau institusi keuangan besar.
Ancaman Virus Keamanan Sistem Informasi
Virus
dikenal sejak kemunculannya pertama kali pada pertengahan tahun 1980-an, virus
berkembang pesat seiring dengan pesatnya perkembangan teknologi komputer. Virus
selalu menemukan dan menyesuaikan diri untuk menyebarkan dirinya dengan
berbagai macam cara. Pada dasarnya, virus merupakan program komputer yang
bersifat “malicious” (memiliki tujuan merugikan maupun bersifat mengganggu
pengguna sistem) yang dapat menginfeksi satu atau lebih sistem komputer melalui
berbagai cara penularan yang dipicu oleh otorasisasi atau keterlibatan “user”
sebagai
pengguna
komputer. Kerusakan yang dapat ditimbulkan pun bermacam-macam mulai dari yang
mengesalkan sampai kepada jenis kerusakan yang bersifat merugikan dalam hal
finansial. Dilihat dari cara kerjanya, virus dapat dikelompokkan sebagai
berikut:
Ø
Overwriting
Virus
merupakan
penggalan program yang dibuat sedemikian rupa untuk menggantikan program utama
(baca: host) dari sebuah program besar sehingga dapat menjalankan perintah yang
tidak semestinya.
Ø
Prepending
Virus
merupakan
tambahan program yang disisipkan pada bagian awal dari program utama atau
“host” sehingga pada saat dieksekusi, program virus akan dijalankan terlebih
dahulu sebelum program yang sebenarnya dijalankan.
Ø
Appending
Virus
merupakan
program tambahan yang disisipkan pada bagian akhir dari program (host) sehingga
akan dijalankan setelah program sebenarnya tereksekusi.
Ø
File
Infector Virus
merupakan
penggalan program yang mampu memiliki kemampuan untuk melekatkan diri (baca:
attached) pada sebuah file lain, yang biasanya merupakan file “executable”,
sehingga sistem yang menjalankan file tersebut akan langsung terinfeksi.
Ø
Boot
Sector Virus
merupakan
program yang bekerja memodifikasi program yang berada di dalam boot sector pada
cakram penyimpan (baca: disc) atau disket yang telah diformat. Pada umumnya,
sebuah boot sector virus akan terlebih dahulu mengeksekusi dirinya sendiri
sebelum proses “boot-up” pada komputer terjadi, sehingga seluruh “floppy disk”
yang digunakan pada komputer tersebut akan terjangkiti pula, hal ini sering
terjadi pada USB Flashdisk.
Ø
Multipartite
Virus
merupakan
kombinasi dari Infector Virus dan Boot Sector Virus dalam arti kata ketika
sebuah file yang terinfeksi oleh virus jenis ini dieksekusi, maka virus akan
menjangkiti boot sector dari hard disk atau partition sector dari computer
tersebut, dan sebaliknya.
Ø
Macro
Virus
menjangkiti
program “macro” dari sebuah file data atau dokumen (yang biasanya digunakan
untuk “global setting” seperti pada template Microsoft Word) sehingga dokumen
berikutnya yang diedit oleh program aplikasi tersebut akan terinfeksi pula oleh
penggalan program macro yang telah terinfeksi sebelumnya.
Pengamanan, kebijakan dan pengendalian
Pengamanan Sistem Informasi
v Mengatur akses (Access Control)
v Memilih password
v Memasang Proteksi
v Firewall
v
Pemantau
adanya serangan
v
Pemantau
integritas sistem
v
Audit:
Mengamati Berkas Log
v
Backup
secara rutin
v
Penggunaan
Enkripsi untuk meningkatkan keamanan
0 komentar:
Posting Komentar