Implikasi Etis dari Teknologi Informasi
PENGERTIAN MORAL, ETIKA DAN HUKUM
Dalam
kehidupan sehari-hari, kita diarahkan oleh banyak pengaruh. Sebagai warga
negara yang memiliki tanggung jawab sosial, kita ingin melakukan hal yang
secara moral benar, berlaku etis, dan mematuhi hukum.
1)
Moral
Moral
adalah keyakinan dan penilaian secara tradisi tentang baik atau buruknya hal
yang dilakukan. Moral juga merupakan institusi yang sosial yang memiliki
sejarah dan aturan
aturan tertentu.
2)
Etika
Kata
etika berasal dari akar kata Ethos dalam bahasa yunani, yang berarti karakter
atau sifat. Etika adalah pedoman yang digunakan untuk menjalankan suatu
kepercayaan,standar, atau pemikiran dalam suatu individu, kelompok, dan
komunitas tertentu.
3)
Hukum
Hukum adalah peraturan prilaku
formal yang diterapkan oleh otoritas yang berwenang, seperti pemerintah,
terhadap subjek atau warga negara.
Meletakan Moral,
Etika, dan Hukum pada Tempatnya
Para
eksekutif mencapai penerapan budaya etika ini melalui suatu metode tiga lapis,
yaitu
1). Menetapkan Corporate credo
Merupakan pernyataan ringkas
mengenai nilai-nilai yang ditegakkan perusahaan.yang diinformasikan kepada
orang-orang dan organisasi baik di luar maupun di dalam perusahaan
2). Program etika (Ethics
Programs)
Program etika ialah suatu sistem
yang terdiri dari berbagai aktivitas yang dirancang untuk mengarahkan pegawai
dalam melaksanakan corporate credo.
Misalnya mengadakan pertemuan
untuk orientasi bagi pewagai baru dan audit etika.
3). Kode etik perusahaan (Tailored Corporate
Codes)
Merancang
kode etik perusahaan masing-masing dan kadang di adaptasi dari kode etik
industry tertentu.
ETIKA dan TEKNOLOGI INFORMASI
Ada beberapa dampak pemanfaatan
teknologi informasi yang tidak tepat yaitu :
Ø Ketakutan terhadap teknologi
informasi yang akan menggantikan fungsi manusia sebagai pekerja
Ø Pengangguran dan pemindahan kerja
Ø Kurangnya tanggung jawab profesi
Ø Adanya golongan minoritas yang
miskin informasi mengenai teknologi informasi
Ø Tingkat kompleksitas serata
kecepatan yang sudah tidak dapat di tangani secara manual
Untuk mengatasi beberapa kendala
tersebut maka dapat dilakukan :
v Di rancang sebuah teknologi yang
berpusat pada manusia
v Adanya dukungan dari suatu
organisasi, kompleksitas dapat ditangani dengan Teknologi Informasi
v Adanya pendidikan yang
mengenalkan teknologi informasi sehingga dapat meningkatkan kesadaran
masyarakat terhadap kemajuan teknologi informasi.
v Jika adanya peningkatan
pendidikan maka akan adanya umpan balik dan imbalan yang diberikan oleh suatu
organisasi
v Perkembangan teknologi akan
semakin meningkat namun hal ini harus di sesuaikan dengan hukum yang
berlaku sehingga etika dalam berprofesi di bidang teknologi informasi dapat
berjalan dengan baik.
Etika
Pemanfaatan Teknologi Informasi
Alasan Pentingnya Etika Komputer
Ø
Kelenturan logika Kelenturan secara logis (Logical Malleability)
Ø
Faktor Transformasi (The Transformation Factor)
Ø
Faktor Tak Kasat Mata (The Invisibility Factor)
HAK ATAS INFORMASI
a) Hak atas privacy :
meningkatnya kemampuan computer untuk digunakan bagi pengintaian, dan yang lain
adalah meningkatnya nilai informasi dalam dalam pengambilan keputusan.
Pemerintah federal mengatasi sebagian masalah ini dalam Privacy Act of
1974.
b) Hak atas Akurasi : komputer
dipercaya mampu mencapai tingkat akurasi yang tidak dapat dicapai oleh sstem
nonkomputer.
c) Hak atas kepemilikan : para penjual
perangkat lunak dapat menjaga hak milik intelektual mereka dari pencurian
melalui hak cipta, paten, dan perjanjian lisensi. Hingga tahun 1980-an,
perangkat lunak tidak dilindungi oleh UU hak cipta atau paten.
d) Hak atas Akses : banyak informasi
tersebut yang telah diubah menjadidatabase komersial yang
menjadikannya kurang dapat diakses masyarakat. Dengan melihat fakta bahwa
komputer dapat mengakses data dari penyimpanan lebih cepat dan lebih mudah dari
teknologi lain.
Peranan Etika
v Etika dapat memberikan prospek
untuk mengatasi kesulitan moral yang kita hadapi sekarang.
v Etika menjadi penuntun agar dapat
bersikap sopan, santun, dan dengan etika kita bisa di cap sebagai orang baik di
dalam masyarakat.
v Dengan etika seseorang atau
kelompok dapat menegemukakan penilaian tentang perilaku manusia.
v Etika dapat menjadi prinsip yang
mendasar bagi mahasiswa dalam menjalankan aktivitas kemahasiswaanya
v Menjadi alat kontrol atau menjadi
rambu-rambu bagi seseorang atau kelompok dalam melakukan suatu tindakan atau
aktivitasnya sebagai mahasiswa.
0 komentar:
Posting Komentar